Ekspor Aceh Capai USD79,75 Juta, Neraca Perdagangan Surplus USD61,83 Juta
Kinerja Perdagangan Luar Negeri Aceh Menguat
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada September 2026 mencapai USD79,75 juta. Nilai tersebut meningkat 7,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Data yang disampaikan BPS pada awal November 2026 itu juga menunjukkan neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami surplus sebesar USD61,83 juta.
Ekspor Batu Bara Mendominasi
Komoditas bahan bakar mineral, terutama batu bara, masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Aceh dengan nilai USD52,90 juta atau sekitar 66,34 persen dari total ekspor.
Komoditas lainnya meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati senilai USD9,84 juta, pupuk sebesar USD8,76 juta, serta kopi dan rempah-rempah senilai USD3,13 juta.
India Menjadi Tujuan Ekspor Terbesar
India tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor Aceh dengan nilai USD64,96 juta atau sekitar 81,46 persen dari keseluruhan ekspor. Selanjutnya terdapat Thailand, Filipina, Amerika Serikat, dan Jepang.
Sementara itu, nilai impor Aceh pada September 2026 tercatat sebesar USD17,92 juta. Selisih antara ekspor dan impor tersebut menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD61,83 juta.
Capaian ini menunjukkan pentingnya perdagangan luar negeri bagi perekonomian Aceh, sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.
Sumber: InfoPublik, 3 November 2026, berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Aceh.